by

Ketua bidang politik dan pemerintahan PP PERISAI : Pilkades Bogor serentak, awasi pengunaan ijasah dan gelar palsu Calon kepala desa

Jakarta- Kabupaten bogor sebentar lagi akan melakakukan pemilihan kepala desa serentak ( pilkades ) gelombang III 2019 ada sekitar 273 kursi kepala desa yang di perebutkan, ada 1.064 bakal calon kepala desa yang akan siap bertarung di ajang pilkades serentak yang akan di laksanakan pada tanggal 3 november 2019.

kontestasi kepala desa di bogor ini mendapat sorotan dari syamsul Bachri ketua bidang politik dan pemerintahan PP PERISAI. Menurutnya, Bakal calon kepala desa sudah pasti akan menyiapkan strategi-strategi kampanye yang manarik guna untuk mendapatkan perhatian masyarakat, salah satunya dengan strategi menarik simpatik masyarakat melalui kualitas pribadi dan berdasarkan riwayat pendidikannya.

“kita mungkin nanti akan melihat setiap calon kepala desa berlomba menunjukan eksistensi pendidikannya baik tingkat sekolah maupun tingkat perguruan tinggi, Namun yang perlu di ingat bahwa eksistensi tersebut harus betul-betul didapatkan dengan pendidikan formal yang memang dia ikuti” ujar syamsul.

Syamsul mengungkapkan, ketika calon kepala desa memalsukan riwayat pendidikannya baik ijasah atau gelar sarjananya Bahaya jerat hukum akan mengintainya apabila dia tidak bisa membuktikan keasliannya, maka proses hukum berjalan baik sebelum pemilihan ataupun sesudah pemilihan bahkan saat dia dilantik sebagai kepala desa terpilih nantinya.

“Jerat hukum yang akan mengintai bagi pelaku pengunaan ijasah palsu tertuang dalam Pasal 263 dan 266 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara, saya menghimbau agar masyarakat kabupaten bogor untuk dapat berperan aktif dalam melihat calon pemimpin desanya, maka terwujudnya desa yang baik dimulai dari kejujuran calon pemimpin desanya.” tegas samsyul.

News Feed