by

Kembali ke Masa Depan : Sekedar Coretan Menyambut 114 Tahun Syarikat Islam

-Opini-17 views

Oleh Aulia Takhim Tjokroaminoto (Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, cicit HOS Tjokroaminoto)

114 tahun bagi sebuah organisasi adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Tidak banyak organisasi di Indonesia yang bisa bertahan lebih dari 100 tahun, mungkun bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Dua dari yang sedikit itu adalah “Syarikat Islam” dan “Wanita Syarikat Islam”.

Mestinya sebagai organisasi yang lahir dan mulai lebih dahulu, Syarikat Islam berada di posisi terdepan. Namun, beberapa dasawarsa terakhir, Syarikat Islam justru terlihat renta, rapuh layaknya seorang kakek, yang jangankan untuk berlari, untuk bangkit dari pembaringanpun sulit. Ia hanya bisa berceloteh pada anak cucunya betapa perkasa dirinya sewaktu muda dan senantiasa menasehati cucunya untuk mencontoh bulat-bulat apa yang telah dilakukan dahulu.

Dia tidak sadar bahwa zaman sudah berubah luar biasa cepatnya. Dan penjahat yang kini dihadapi cucunya sudah bermutasi genetika berkali kali sehingga kini lebih canggih dan lebih sadis. Dia tidak mampu mengajarkan kepada cucunya agar bertransformasi untuk mengalahkan penjahat super.

Back to Azimuth

Syukur, Majelis Tahkim ke-40 tahun 2015, telah memutuskan untuk Back to Azimuth, kembali kepada jati diri Syarikat Islam. Namun saya lebih suka menyebut dengan kembali ke masa depan

Sejatinya, Syarikat Islam besar di masa lalu karena pemikiran dan aksinya melampaui zamannya. Samanhoedi mendirikan Sarekat Dagang Islam adalah antitesa dari kondisi pedagang batik di Solo hari itu yang didominasi oleh pedagang Cina (sekarang disebut Tiongkok) yang mendapat privilege dari pemerintah Hindia Belanda dalam hal bahan baku. Selain itu, untuk membantu sesama pedagang batik pribumi dalam hal permodalan karena hari itu permodalan dikuasai rentenir.

Disaat yang lain belum berfikir untuk Indonesia Merdeka, Tjokroaminoto telah mencetuskan Zelfbestuur. Apalagi dalam bidang organisasi, Syarikat Islam sejak 1912 telah menjadi organisasi modern saat itu, dimana keanggotaan terdata dengan baik, begitu juga dokumen organisasi terdata dengan baik. Betapa Syarikat Islam hari itu telah melihat data sebagai suatu asset organisasi.

Tahun belasan, Syarikat Islam sudah mendirikan perusahaan logistik dan angkutan di Sumatera Selatan, bahkan tidak hanya itu, tahun 30-an mendirikan pelabuhan dan pergudangan sendiri di basis kaum Syarikat Islam di Balantak, Sulawesi Tengah.

Yang luar biasa adalah struktur organisasi terdesentralisasi. Dimana, kedaulatan organisasi benar benar berada pada anggota sehingga Syarikat Islam begitu cepat berkembang dan menjadi besar. Tahun 1916 tercatat anggota yang aktif membayar iuran sebanyak 2 juta anggota. Jumlah yang sangat fantastis hari itu.

Sesungguhnya kemunduran Syarikat Islam menurut penulis dimulai ketika desentralisasi ini dirubah menjadi sentralisasi pada tahun 1962, karena keharusan mengikuti Keputusan Presiden (Keppres), bila tidak maka PSII harus dibubarkan.

Disaat pribumi masih dianggap seperempat manusia, Syarikat Islam pada tahun 1917 dalam Beginsel Programnya telah menyerukan kesetaraan. Persamaan hak dan derajat manusia. Dengan aksinya yang menolak untuk berjongkok dihadapan penguasa. Disaat perjuangan masih sporadis Syarikat Islam telah menyerukan Persatuan dalam Ummat Islam

Juga dalam hal Rekonstruksi pemikiran Islam dilakukan dengan bernas oleh Tjokroaminoto dan Agus Salim.

Tugas Hari Ini

Menjadi tugas kita semua seluruh kaum untuk merekontruksi pemikiran dan aksi kita dalam menghadapi kondisi kekinian. Kewajiban DPP dan para cendikia adalah merekontruksi cita dasar dan pola perjuangan Syarikat Islam dalam konteks kekinian dan kedepan dalam menghadapi persoalan nasional dan global.

Tugas seluruh pengurus dari pusat hingga ranting untuk merubah mindset dari memerintah menjadi membina dan melayani. Tugas seluruh kaum adalah untuk menjadi “contoh produk” dari Syarikat Islam.

Mari kita sama sama bersinergi dalam melaksanakan amanat Majelis Tahkim ke 40 khususnya mengenai Catur Program. Kita fokus membangun dan membesarkan Syarikat Islam untuk mensejahterakan kaum. Sementara biarlah kita menjauh dari hingar bingar politik praktis yang berorientasi pada kekuasaan.

Perlu Lompatan Teknologi

Untuk mengejar ketertinggalan dan melakukan percepatan dalam pelaksanaan program mau tidak mau kita harus melakukan lompatan teknologi. Penerapan konsep konsep yang telah dicanangkan tidak bisa hanya menggunakan teknologi hari ini, tapi haruslah menggunakan teknologi yang melampaui zamannya.

Sebagaimana dalam Program Tandhim dikatakan bersandar kepada ilmu pengetahuan. Namun tentulah ilmu pengetahuan dimaksud adalah ilmu yang berepistemologi dan berontologi kepada sebersih bersihnya tauhid

Bersandar kepada nilai nilai dasar Syarikat Islam yang saya telah sebutkan diatas tentang kesetaraan, persamaan hak, persaudaraan, desentralisasi, demokrasi dan kemerdekaan sejati maka DPP Syarikat Islam telah membuat suatu platform Teknologi Informasi dengan nama tjokro untuk mendukung Catur Program Syarikat Islam.

Platform tjokro akan menjadi yang pertama di Indonesia dengan sistem desentralisasi dan smart contract . Bahkan di dunia sekalipun baru beberapa negara yang menggunakan sistem desentralisasi serta smart contract (kontrak yang dapat melakukan eksekusi ketika kondisi telah tercapai) dan dengan beberapa kelebihan yang dimiliki tjokro, Insya Allah akan menjadi yang pertama pula di dunia.

Beberapa kemudahan dapat kita lakukan dalam melakukan Profiling anggota, dan setiap tingkatan organisasi dapat melihat secara realtime jumlah dan sebaran (termasuk pendidikan, pekerjaan dll) anggota yang berada di bawahnya.

Tjokro juga sebuah fintech yang dapat digunakan sebagai dompet digital serta mendukung transaksi Peer to Peer, sehingga sangat mendukung dalam penerapan sharing economy 2.0. Dompet pada Tjokro dapat berfungsi sebagai Virtual Account sehingga bagi para startup bisa mengurangi beban biaya Virtual Account. Apalagi tjokro dapat mengindeks data sehingga biaya server yang selama ini sangat memberatkan bagi startup aplikasi akan menjadi sangat minim.

Diharapkan para pemuda, kaum Syarikat Islam menjadi yang pertama memanfaatkan teknologi tjokro, karena itu, bidang pendidikan DPP Syarikat Islam tengah menyiapkan pelatihan-pelatihan untuk memanfaatkan teknologi desentralisasi ini.

Di bidang industri, beberapa kendala yang dihadapi dalam revolusi industri 4.0 serta society 5.0 seperti keengganan para pemilik big data untuk membagi informasi dalam setiap kerjasama dapat dijembatani dengan tjokro. Juga kendala dalam Long Distance Additive Manufacture dapat diselesaikan dengan tjokro.

Keunggulan lainnya adalah tjokro dapat melakukan transaksi dokumen sampai ke tingkat Legal Binding.

Di bidang politik tjokro dapat berfungsi sebagai e-rekap yang sangat akurat dan transparan, bahkan seandainya Undang Undang mengizinkan tjokro dapat digunakan sebagai e-voting seperti di Estonia, Ukraina yang menggunakan teknologi desentralisasi dalam e-votingnya.

Dan yang belum ada didunia adalah wallet (dompet), Smart Contract serta Legal Binding dalam satu kesatuan platform. Semoga dengan lompatan teknologi ini, Syarikat Islam dapat kembali ke posisi sentral.

Penutup

Satu wejangan dari marhum Yang Utama HOS Tjokroaminoto yang saya sedang berusaha kuat untuk dapat melakukannya.

“Cintailah kepada kebenaran dalam setiap usahamu, tentu Allah akan menolong kamu. Jangan sombong dan jangan bercidera janji. Jangan membeda bedakan bulu, barangsiapa datang kepadamu terimalah dengan baik dan hormat meski fakir dan miskin sekalipun. Kalau kebetulan kamu sedang tidur, bangunlah dengan hati yang ikhlas, jangan menyesal sekalipun yang datang itu tidak membawa rejeki bagimu. Percayalah, Allah sifat Murah dan Kasih sayang pada hamba-NYA”

Mudah mudahan wejangan ini dapat membantu kita untuk ikhlas dalam membina dan melayani kaum.

Billahi fi Sabililhaq

News Feed